Pages

Senin, 23 Juni 2014

Surat dari Rakyat

Dear, Bapak Calon RI 1…
(Ini anak saya yang memberi tahu, apa arti Dear itu)

Bapak yang terhormat,

Sebelum saya melanjutkan surat ini, saya ingin menegaskan, bahwa saya hanya rakyat biasa yang awam politik yang ingin menyampaikan pendapat saya
Saya tak begitu paham aturan main di perpolitikan kita
Saya tak begitu paham ada berbagai hal dibalik wajah politik yang ditampilkan media massa kita

Tart Ultah, Mas Alitt dan Mas Oka

Sebentar, sebelum saya cerita, saya mau teriak dulu.

AAAAAAAA!! SAYA SEBEL, SAYA KESEL, TAPI SENENG JUGA, SIH. HAHA!

Oke, sudah. Haha.

Saya mau cerita tentang satu hari, tepatnya Jum’at, 20 Juni 2014. Saya pagi itu sama sekali tidak punya firasat apa-apa, bahwa sesuatu akan terjadi hari itu. Saya hanya berencana, setelah ujian hari terakhir selesai, mau main ke Ambarukmo Plaza, mau ikut talkshownya mas-mas kece ini @daraprayoga_ sama @shitlicious.

Si Tebi

Perkenalkan, nama panjangnya SCMKIILYMMMM, panggilannya Tebi.

Siapa dia?

Dia adalah tempat berlabuh ketika kapalku lelah berlayar. Dia adalah tempat berkeluh kesah ketika hidup mulai membuat lelah. Dia adalah tempat menampung segala kenangan, susah, senang, manis, pahit ketika otak ini teringat segala kenangan itu.

Sabtu, 24 Mei 2014

Ternyata Begini Rasanya...

Ternyata begini, ya, rasanya. Saya nggak nyangka kalau ternyata bedanya bisa sejauh ini. Kadang saya mikir keduanya bakalan sama. Lagian sama-sama menonton, kan? Lalu apa bedanya?
Mbak, sampeyan itu ngomongin apa? -_-

Kamis, 23 Januari 2014

Aku dan Karya Masa Kecilku

Pagi –menjelang siang– itu, seperti biasa saya sedang di depan laptop. Buka file cerpen. Niatnya mau nglanjutin, tapi otak buntu. Jadilah online, nyolokin modem. Eh, sinyalnya lagi ngambek. Ya udah, nontonin ulang film-film yang kebetulan belum saya hapus.
Dari depan rumah, saya denger suara Ibu-Ibu, nyari barang-barang bekas nggak kepake gitu. Trus Emak saya keluar sambil bawa barkas itu. Pas lagi asyik-asyiknya depan lepi, tiba-tiba saya dipanggil, disuruh milih-milihin barkas-barkas itu. Kali aja ada yang masih kepake. Naah, ketemulah buku diary saya jaman esde apa esempe, saya lupa. Bukan diary sih, sebenernya. Kayak kumpulan puisi-puisi saya dulu.

Kamis, 09 Januari 2014

Hubungan Keraton Dan Pergerakan Sarekat Islam Surakarta 1905-1914

Periode sebelum berdirinya Sarekat Islam di Surakarta, kehidupan ekonomi kota keraton tersebut diwarnai dengan persaingan antar pedagang, khususnya pedagang batik Arab-Indonesia dan pedagang batik Cina. Persaingan diawali ketika bahan pembuatan batik berupa kain pribumi digantikan oleh kain impor dari Eropa yang didistribusikan oleh pedagang Cina. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan batik beralih ke tangan Cina.[1] Bahan celupan batik yang semula terbuat dari bahan asli, beralih ke bahan celupan kimia yang juga ditangani oleh orang Cina. Sejak saat itu, pedagang lokal menganggap bahwa pedagang Cina semakin menguasai perdagangan batik di Surakarta.

Selasa, 31 Desember 2013

Nyawa Tertinggal di Udara Malam Sekaten


          Tenang, cerita ini nggak seekstrim judulnya, kok. Itu akunya aja yang berlebihan.
          Okesip, lanjut!
          Jum’at malam kemarin, aku, Nisa, Nova sama adiknya Nisa main-main ke Sekaten. Akhirnya, setelah sekian tahun merantau di Jogja, sempet juga buat main ke Sekaten. Terakhir kali kesana, waktu aku masih esde kelas enam. Inget banget waktu itu aku masih jelek banget, ingusan lagi.
          Aku sama Nova yang sampai duluan di alun-alun memutuskan untuk keliling-keliling duluan. Masuk ke arena bermainnya, yang ada banyak mainan yang bisa dinaiki itu. Ngeliat Mbak-Mbak naik trampolin terus bisa mumbul tinggi banget itu. Tahu mumbul, kan? Sorry deh kalau nggak tahu, itu bahasa dewa soalnya. Haha, boong.